Ticker

6/recent/ticker-posts

Sikap PKS Hancurkan Karir Politik Puan Yang Terlihat Arogan Sebagai Ketua | LihatSaja.Com

Sikap PKS Hancurkan Karir Politik Puan Yang Terlihat Arogan Sebagai Ketua

LIHATSAJA.COM - Interupsi anggota DPR F-PKS Fahmi Alaydroes diabaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani. Formappi menyebut PKS sengaja minta maaf agar PDIP terlihat arogan dan otoriter, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai ada maksud di balik permintaan maaf PKS usai terlibat cekcok dengan PDIP.

"Dengan permintaan maaf PKS, mereka mau dicitrakan berlawanan. PKS santun, bijak, rendah hati. Sedangkan PDIP yang keukeuh membela sikap Puan yang cuek terhadap interupsi PKS memang terlihat arogan, otoriter," kata peneliti Formappi, Lucius Karus, saat dihubungi, Selasa (9/11/2021).

 "Tetapi kekuasaan itu justru yang mau dikritik karena digunakan tanpa kebijaksanaan seorang yang disebut pemimpin," ucapnya.

 Lebih lanjut, Lucius menilai PKS juga tengah memainkan jurus agar mendapat simpati publik. Di sisi lain, PKS juga bermaksud agar PDIP mendapat antipati publik.

Baca Juga:

 "Maka lengkap sudah PKS memainkan jurus politik yang akan bisa mendapatkan simpati, sementara PDIP yang dengan mudah terlihat membela Puan secara membabi buta di hadapan fakta sikap Puan yang mengabaikan interupsi Alaydroes justru akan menuai antipati dari publik," ujarnya.

 Selain itu Lucius manangkap makna permintaan maaf PKS juga bisa sebagai sindiran politis. Menurutnya, PKS hendak menunjukkan sebagai seorang pemimpin seharusnya memiliki kebesaran jiwa dan kerendahan hati.

 "Permintaan maaf PKS bisa saja dilihat sebagai sindiran politis juga untuk menegaskan apa yang sudah disampaikan di ruang paripurna," ujarnya.

 "PKS seolah-olah mau mengatakan, sebagai seorang pemimpin, seseorang (Puan) mesti mempunyai kebesaran jiwa dan kerendahan hati dalam memperlakukan sesama. Pemimpin jangan arogan, mengabaikan orang lain termasuk yang mengajukan interupsi," ujarnya.

 Lebih lanjut, Lucius menyebut permintaan maaf PKS bukan menunjukkan lemahnya oposisi. Melainkan pandainya oposisi memainkan pencitraan politis.

 "Jadi saya kira PKS sangat pandai memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan pencitraan politis. Ini bukan soal oposisi yang kian lemah karena meminta maaf untuk sesuatu yang dianggap benar ketika interupsinya diabaikan Puan," kata Lucius.


Terimakasih telah mengunjungi Lihatsaja.com, jangan lupa untuk komentar, kritik dan saran tulisakan di bilah komentar, bagi yang berkenan silahkan share link artikle ini ke sosial media sahabat.

Post a Comment

0 Comments